
Pada saat krisis ekonomi dan keuangan global terus berlanjut hingga awal tahun 2009, Bank ICB Bumiputera tetap dapat meningkatkan momentum pertumbuhan dengan baik. Laba bersih tahun 2009 adalah Rp.5,04 miliar atau naik sebesar 161,84% dibandingkan pada tahun 2008 yang mencatat penurunan laba bersih 90,67%.
Presiden Direktur Bank ICB Bumiputera, Sridhar Natarajan mengatakan bahwa pada tahun 2009 Bank ICB Bumiputera berkembang dengan mencatat beberapa langkah strategis, antara lain adalah penetapan visi baru untuk menjadi ‘Premier Retail Bank’ di Indonesia, perubahan nama dan logo sebagai bagian dari ‘Rebranding Strategy’ serta upaya memperkuat struktur bisnis berupa peningkatan low cost fund dan pemantauan ketat atas portfolio kredit untuk meningkatkan Net Interest Margin (NIM) dan penurunan kredit bermasalah (NPL).
“Keseluruhan langkah strategis tersebut telah berhasil meningkatkan corporate rating Pefindo sebesar 2 tingkat menjadi idBBB+ dan juga telah manaikkan peringkat aset Bank menjadi peringkat ke-42 dibandingkan peringkat ke-48 pada tahun sebelumnya. Aset Bank ICB Bumiputera tumbuh 11,42% menjadi Rp.7,01 triliun dibandingkan tahun sebelumnya. Sementara, total shareholder’s return melonjak menjadi 93%. Keberhasilan tersebut juga didukung oleh berbagai upaya aktif dari Bank dalam mengelola portofolio pinjaman dan dana (Balance sheet management) dan faktor risiko (Risk management) serta berbagai upaya pengelolaan biaya investasi dan operasional (cost efficiency)”, demikian Sridhar menambahkan.
Pada tahun 2009 Net Interest Margin (NIM) meningkat menjadi 5,78 % dibandingkan dengan 5,17 % di tahun 2008. Perbaikan NIM ditunjang oleh pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK), khususnya pada Dana Murah Giro dan Tabungan yang masing-masing meningkat 21,17% dan 41,72%. Tabungan meningkat menjadi Rp.948,82 miliar dibandingkan dengan akhir tahun 2008 sebesar Rp.669,52 miliar, hal ini disebabkan karena suksesnya berbagai program Tabungan seperti tabungan Bung Hari Super Fantastis yang bekerjasama dengan reksadana dan Tabungan Bung Hari Junior yang bekerjasama dengan Mc Donald untuk tabungan anak-anak.
Penyaluran Kredit di sepanjang tahun 2009 meningkat sebesar 11,14% atau lebih tinggi jika dibandingkan dengan pertumbuhan industri yang sebesar 9,96%. Pemberian kredit dikonsentrasikan kepada segmen Corporate/Commercial Banking dengan target market perusahaan terbuka, sedangkan segmen Consumer Banking difokuskan kepada pengembangan portofolio di bisnis Kartu Kredit dan Kredit Pemilikan Rumah. Sejak April 2009, Bank telah melakukan penyaluran kredit pada segmen Micro Banking, dan hingga akhir tahun 2009 telah dibuka sebanyak 14 outlet di pasar-pasar tradisional di wilayah Jawa Tengah dan Jawa Timur dengan total kredit yang disalurkan sebesar Rp26,77 milyar. Pada tahun 2010 akan dibuka lagi sedikitnya 11 outlet micro banking di beberapa kota di Indonesia.
Pada tahun 2009 volume bisnis Kartu Kredit Visa Bank ICB Bumiputera meningkat hampir 300% menjadikan Bank ICB Bumiputera menjadi salah satu Bank dengan pertumbuhan tercepat di Visa Credit Card di Indonesia tahun lalu.
Keberhasilan peningkatan profit juga ditunjang dengan keberhasilan strategi credit monitoring system yang membuahkan hasil Gross NPL & Net NPL menurun menjadi 5,63% dan 3,89% pada tahun 2009 dibandingkan dengan 5,64% dan 4,25% tahun 2008.
Beberapa indikator keuangan yang menunjukkan peningkatan yang signifikan adalah sebagai berikut :
Bank ICB Bumiputera menyambut tahun 2010 dengan penuh optimisme dengan semangat: “Change - Innovate, Optimize, Transform, and Win” dalam menyongsong Visi 2014: ”To be a Premier Retail Bank in Indonesia” pada tahun 2014.
Saat ini Bank ICB Bumiputera mempunyai cabang di 16 kota yaitu Jakarta, Medan, Surabaya, Bandung, Semarang, Yogyakarta, Solo, Balikpapan, Makassar, Denpasar, Batam, Pekanbaru, Jambi, Samarinda, Tarakan dan Bogor dengan 95 kantor cabang dan pelayanan 24 jam Call Center di nomor akses (021) 500-188 serta website www.icbbumiputera.co.id. ATM Bank ICB Bumiputera termasuk dalam jaringan ATM bersama yang memilik anggota 74 bank dengan 20.000 jaringan terminal ATM. Sebagai perusahaan terbuka, total kapitalisasi pasar Bank ICB Bumiputera per akhir tahun 2009 adalah sebesar Rp. 600 milyar.
Informasi lebih lanjut, silakan menghubungi :
Cut Saskia, VP
Corporate Secretary
Bank ICB Bumiputera
Telp : 021 – 391 9898 ext 4200