TAHUN 1990
Bank Bumiputera mulai beroperasi sejak 12 Januari 1990 sebagai perusahaan yang dimiliki oleh AJB Bumiputera 1912, perusahaan asuransi jiwa tertua di Indonesia. Dalam perjalanan usahanya terjadi pasang surut usaha sesuai dengan keadaan ekonomi Indonesia. Namun pada saat krisis moneter yang merebak menjadi krisis multidimensional yang melanda Indonesia pada akhir tahun 90an, Bank Bumiputera berhasil bertahan untuk menjadi Bank yang sehat dalam Kategori A dan tidak memerlukan rekapitalisasi. Sebagai bank yang berhasil menyiasati badai krisis perbankan, Bank Bumiputera mampu mengelola usaha perbankan yang sehat, berlandaskan prinsip tata kelola perusahaan yang baik, dengan menganut azas profesionalisme, transparansi, tanggung jawab, akuntabilitas dan kewajaran.
TAHUN 2002
Bank Bumiputera go-public dan struktur kepemilikan pemeganga saham pada saat itu adalah AJB Bumiputera (37,50%), PT Cipta Usaha Citra Dana (37,50%) dan Masyarakat (25,00%), dan setahun kemudian, mempertajam identitas perusahaan serta mempersingkat penyebutannya menjadi “Bank BP” agar lebih mudah dikenal dan diingat oleh konsumen. Kini, Bank BP terus berkembang sebagai bank yang berorientasi pada pemenuhan kebutuhan jasa keuangan bagi seluruh anggota keluarga: “Bank Sahabat Keluarga - Mitra Cerdas Ceria” yang bermodalkan kepribadian nasional, kehangatan, kecerdasan serta kepercayaan masyarakat yang dilayaninya.
TAHUN 2003
Kepemilikan saham yang dimiliki oleh Masyarakat sebesar 25,00% diambil alih oleh PT Reksatama Dinamika (8,00%), PT Reksasentosa Dinamika (8,00%) dan sisanya sebesar 9,00% masih dipegang oleh masyarakat.
TAHUN 2004
Berdasarkan Akta Akuisisi No. 8, tanggal 12 Juli 2004, dibuat dihadapan DR A. Partomuan Pohan, S.H.,LLM., Notaris di Jakarta, terdapat pengambilan saham-saham milik pemegang saham Perseroan yaitu :
Secara keseluruhan saham sejumlah 1.158.286.000 tersebut berdasarkan Akta Akuisisi tersebut diatas diambil alih oleh Che Abdul Daim bin Haji Zainuddin (Tun Daim Zainuddin).
Sehingga sesuai dengan pengambilalihan tersebut diatas, maka susunan pemegang saham Perseroan menjadi sebagai berikut :
Sedangkan struktur permodalan menjadi sebagai berikut :
TAHUN 2006
Berdasarkan keputusan RUPSLB tanggal 15 Desember 2005, Perseroan melakukan peningkatan modal dasar dari Rp. 500 milyar menjadi Rp. 2 triliun dan modal disetor dari Rp. 200 milyar menjadi Rp. 500 milyar melalui Penawaran Umum Terbatas I kepada para pemegang saham dalam rangka penerbitan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (“HMETD”) disertai penerbitan Waran Seru I.
TAHUN 2007
Berdasarkan persetujuan Bank Indonesia No. 9/34/GBI/DPIP/Rahasia tanggal 1 Mei 2007, maka pada tanggal 8 Mei 2007 telah dilakukan penjualan seluruh saham dan waran milik Tun Daim Zainuddin di PT Bank Bumiputera Indonesia Tbk. Berdasarkan Transfer of Shares Agreement tertanggal 25 September 2006, ditandatangani oleh dan antara Tun Daim Zainuddin selaku penjual dengan ICB Financial Group Holdings AG selaku pembeli, sehingga struktur permodalan, susunan pemegang saham serta komposisi kepemilikan saham Perseroan setelah penjualan saham menjadi sebagai berikut :
| KETERANGAN | SAHAM | RUPIAH | % |
| Permodalan : Modal Dasar Modal Ditempatkan dan Disetor Saham dalam Portepel |
20.000.000.000 5.000.000.000 15.000.000.000 |
2.000.000.000.000 500.000.000.000 1.500.000.000.000 |
100,00 |
| Pemegang Saham : ICB Financial Group Holdings AG AJB Bumiputera 1912 Masyarakat |
3.353.540.000 229.166.000 1.347.294.000 |
335.354.000.000 29.916.600.000 134.729.400.000 |
67,071 5,983 26,946 |
| Jumlah | 5.000.000.000 | 500.000.000.000 | 100,00 |